Minggu, 14 November 2010

Jalan - jalan ke Kudus












Saya dan temen2 kantor termasuk diantara orang2 yang suka wisata kuliner ke berbagai tempat. Berawal dari kegemaran kami nongkrong di cafe selepas pulang kerja
Dari sekedar pengen ngopi plus hotspotan gratis, sampai akhirnya kami selalu tertarik dengan nama-nama aneh dari makanan yang ditawarkan. Belakangan kebiasaan ini berkembang hingga setiap kami jalan keluar kota, tidak lupa selalu berburu makanan khas yang ada disana. Bahkan, suatu saat saking pengennya kita jalan2 plus wisata kuliner bareng,Ini terjadi beberapa bulan lalu, saat kita memutuskan jalan ke kudus [saya dan tiga orang temen kantor plus satu teman baik saya yang selalu 'mengikuti' kemanapun saya pergi].

Hasilnya, kita nyobain berbagai makanan khas yang ada di kudus, dari mulai Garang Asemnya yang terkenal itu, sampai berbagai jenis Es dengan nama yang tergolong unik, cuma sayangnya saya tidak menemukan sate kerbau yang selama ini saya idam-idamkan





This One's For The Children


by. New Kids On The Block
This is a very serious message so all of you please listen.

There are some people living in this world
They have no food to eat
They have no place to go
But we all are dad’s children
We’ve got to learn to love one another
Just remember, they could be us
Remember, we all are brothers

I’m not trying to darken up your day
But help others in need
And show them there’s a better way

This one’s for the children
The children of the world
This one’s for the children
May God keep them in his throne

Many people are happy
And many people are sad
Some people have many things
That others can only wish they had
So for the sake of the children
Show them love’s the only way to go
’cause they are tomorrow and people, they’ve got to know

I’m not trying to darken up your day
But help others in need
And show them there’s a better way

This one’s for the children
The children of the world
This one’s for the children
May God keep them in his throne

Sabtu, 13 November 2010

MUSIC DIRECTOR [Program Division Crew]


Music Director (dikenal juga dengan singkatan MD) bertanggungjawab terhadap format musik yang telah ditetapkan oleh station radio. Dari format music yang telah dipilih inilah, seorang MD harus bisa mengarahkan dan mengawasi pemutaran music dan lagu-lagu yang memang sesuai formatnya. Tanggungjawab seorang MD mulai dari mencari, memilih, menentukan dan menyediakan lagu-lagu/musik yang sesuai dengan format radio yang telah ditetapkan. Kemudian juga melakukan analisa dan menyediakan informasi terkini tentang perkembangan dunia musik, selera musik pendengar, dan media pesaing sehingga dapat menyediakan musik yang selalu sesuai dengan kebutuhan pendengar.

Menjadi sebuah kewajiban bagi Music Director untuk mengetahui berbagai format music yang banyak digunakan di radio (Top 40, Adult Contemporary, Progressive Rock, Middle of the Road, dsb), sehingga MD bisa membuat batasan yang jelas ketika menentukan lagu-lagu atau music yang harus diputar. Misalnya, ketika sebuah station radio menetapkan format musiknya adalah Top 40, tentu seorang MD tidak akan pernah menyediakan lagu-lagu kategori Golden Oldies. Atau ketika format musiknya Easy Listening, seorang MD tidak akan memasukkan lagu dengan kategori Disco beat maupun House Music.

Music Director harus mengetahui pula mengenai variasi dan kombinasi dari tempo music dan sound.

Dengan bekal pengetahuan dasar mengenai format music dan variasi dasar tentang music ini, maka seorang Music Director diharapkan bisa menjamin pemutaran music dan lagu-lagu yang tepat dari sisi kualitas dan kuantitasnya sesuai format music yang telah ditetapkan oleh sebuah station radio. Selanjutnya Music Director siap menjalankan tugas dan wewenangnya, antara lain :

Membuat rencana pemutaran lagu dengan memperhatikan rencana siaran secara keseluruhan sesuai program harian, mingguan, maupun program bulanan.

Dalam program harian misalnya, Music Director menyiapkan play list sesuai dengan kategori yang telah dibuat untuk setiap jamnya. Dari program music harian ini, Music Director kemudian membuat play list lagu yang kemudian disimpan dalam software player yang dipergunakan di station radio bersangkutan (kami biasa pakai Raduga). Selain menyiapkan playlist lagu atau music, Music Director juga menyiapkan pernik-pernik siaran untuk mendukung siaran agar memiliki atmosfer yang akan membentuk theater of mind audience. Pernik siaran yang harus disiapkan antara lain; sound effect, bumper in/bumper out, smash music, bridging music, dsb.

Setelah play list telah disiapkan oleh Music Director, tugas berikutnya adalah memeriksa dan memastikan pelaksanaan pemutaran lagu oleh penyiar dan operator sesuai dengan format yang telah ditetapkan. Selain acara music by request, penyiar maupun operator siaran harus memutarkan musik sesuai dengan playlist yang telah dibuat oleh Music Director.

Dalam lingkup kerjanya, Music Director juga melakukan perkerjaan administrasi, antara lain :

  1. Membuat data base lagu yaitu penyusunan katalog/daftar lagu/materi music sesuai dengan format music di station radio bersangkutan.

  2. Membuat data pemutaran lagu untuk menghindari repetisi pemutaran lagu yang terlalu cepat oleh penyiar atau operator yang berbeda.

  3. Melakukan pendataan terhadap penambahan lagu-lagu baru.

Untuk meng-update koleksi lagu-lagu dan informasi mengenai music, seorang Music Director harus selalu mengembangkan hubungan kerjasama dengan kalangan musisi, perusahaan rekaman, dan masyarakat musik lainnya. Dengan kerjasama ini, station radio biasanya akan memperoleh demo lagu, mini album, atau sample lagu sebelum seorang musisi/penyanyi merilis lagu atau album terbarunya.

sumber : krisna mulawarman

Music Influence


Dengan musik ternyata kita bisa saling mempengaruhi. Ini saya sadari beberapa waktu lalu ketika sahabat saya heran......surprise [sbl pringas pringis...xixi] tiba2 di hape saya banyak lagu yang termasuk kategori 'lagunya dia'. Dengan sedikit memaksa langsung deh saat itu juga dia minta di 'blututin', padahal waktu itu kita abis makan di warung pinggir jalan dan saya harus buru2 pergi meliput salah satu pertunjukan musik. Sebenarnya selama ini, saya yang lebih dominan memaksakan selera musik saya daripada sahabat saya, dan ini diakui oleh dia, bahkan dia bilang, suka sama lagu tertentu karena saya suka... [wehh...baguusslah kalo begitu]. Saya memang suka protes kalau dia muter ato nyanyi lagu2 yang kurang begitu 'gue banget', tapi sekarang sepertinya saya kena karmanya....haha,, ya sudahlah berikut sedikit lagu yang berhasil meng'influence' saya : cerita asmara by erland effendi, jujur by bram moersas, lepaskanlah by ulfie, boulevard by dan byrd..dll [jadul n' melow]

Alif Kecil


by. Dygta

Ketika malam datang mencekam
kulihat si Alif kecil yang malang
duduk tengadah kelangit yang kelam
meratapi nasib diri

Kilat menyambar hujanpun turun
semakin basah hatinya yang resah
kapankah semua kini kan berakhir
dijalanan penuh duri

Ya Alloh tunjukkan jalan-Mu
pada si Alif kecil
Agar dia dapat menahan cobaan dan rintangan
yang datang menghadang

[lagu ini yg selalu menemani perjalanan saya sekembalinya kami dr lokasi pengungsi korban merapi di Muntilan, mengingatkan saya pada senyum malu2 adik2 kecil yg ada disana ketika kami kunjungi....tapi apakah mereka akan tetap bisa tersenyum manakala Merapi masih terus menunjukkan murkanya........ Ya Alloh semoga bencana ini cepat berakhir]

Selasa, 26 Oktober 2010

"Angels Or Devils"

By. Dishwalla


this is the last time
that I'm ever gonna come here tonight
this is the last time - I will fall
into a place that fails us all - inside

I can see the pain in you
I can see the love in you
but fighting all the demons will take time
it will take time

the angels they burn inside for us
are we ever
are we ever gonna learn to fly
the devils they burn inside of us
are we ever gonna come back down
come around
I'm always gonna worry about the things that could make us cold

this is the last time
that I'm ever gonna give in tonight
are there angels or devils crawling here?
I just want to know what blurs and what is clear - to see

still I can see the pain in you
and I can see the love in you
and fighting all the demons will take time
it will take time

the angels they burn inside for us
are we ever
are we ever gonna learn to fly
the devils they burn inside of us
are we ever gonna come back down - come around
I'm always gonna worry about the things that could break us

if I was to give in - give it up
and then
take a breath - make it deep
cause it might be the last one you get
be the last one
that could make us cold
you know that they could make us cold
I'm always gonna worry about the things that could make us cold

Minggu, 24 Oktober 2010

Greatest Hits .......So Far


Iconic performer and vocal powerhouse P!NK will release..."Greatest Hits..So Far" on november 16th, a collection of her hit songs along with two new songs included the lead single "Raise Your Glass" produced by logtime collaborator Max Martin n' co-written by Pink. Since her debut in 2000, P!nk [Alecia Moore] has successfully paved her way on her own term as a talented singer/songwriter/performer. Most recently, she raised the bar with her astonishing acrobatic Grammy 2010 performance of her sleeper hit "Glitter In The Air". Over the past two years, P!nk has extensively performed sold out performances througout Europe, Australia and The US, winning over critics and fans.

Label : sonymusic

Music Director ................ my dreams come true ?

Menjadi Music Director atau yang lebih populer dengan sebutan MD, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. 13 tahun di dunia radio [sejak 1997] membuat saya belajar banyak hal. Menjadi MD adalah salah satu impian saya sejak awal menekuni dunia broadcasting. Saya berpikir, enak kali jadi MD, punya wewenang penuh pada traffic lagu yang akan airplay dalam arti bisa memuaskan "selera pribadi"..haha [jadi inget temen2 di PSP dulu yg sering mempopulerkan istilah ini......miss u guys]
Syukurlah pada waktu itu Alloh belum mengabulkan cita2 saya jadi MD, dan baru sekitar 3 tahun lalu profesi ini saya geluti sejak saya bergabung dengan sebuah jaringan radio swasta nasional. Sekarang tugas kami sudah banyak terbantu oleh teknologi, ngga kebayang kalau saya jadi MD pada waktu saya awal menekuni dunia broadcasting, semuanya dikerjakan secara manual. Menjadi MD tidak semudah yang saya bayangkan, kadang disaat temen2 penyiar bisa santai setelah siaran, saya masih harus menyelesaikan tugas saya, bikin playlist, edit lagu, pantau chart, email sana - sini, belum lagi kalau ada acara gathering diluar bersama temen2 AMDI [Asosiasi Music Director Indonesia], akibatnya saya sering pulang ke rumah terlambat dan kena tegur orang rumah.
Lepas dari semuanya itu, saya bersyukur karena banyak tambahan pengetahuan di bidang musik dan tentu saja pengalaman yang menarik karena seorang MD selalu jadi 'jujugan' yang pertama dari artis yang mau promo di radio, lumayanlah banyak kenalan dengan orang terkenal..haha

Jumat, 22 Oktober 2010

Kembalikan Senyumku [Melly Goeslow]


Terus berkarya dan berkarya, mungkin itulah prinsip hidup dari seorang pencipta lagu dan penyanyi Melly Goeslow. Kali ini Melly kembali mengeluarkan sebuah lagu yang berjudul " Kembalikan Senyumku. Lagu ini juga merupakan theme song dari film bergenre drama romantic "Heart 2 Heart".

single ini bisa menjadi tahapan awal dari album solo Melly yang akan direncanakan rilis pada awal 2011. Video klipnya sendiri disutradarai oleh Hedy Suryawan, berkisah tentang seorang wanita setengah baya yang buta dan tidak bisa jalan.


SALAM MUSIK INDONESIA
sumber : Aquarius Musikindo

Sabtu, 04 September 2010

Masih adakah cinta ......


Tak akan pernah sirna
bayang tentang dirimu
mengharap kau kembali
ke dalam pelukan

hanya sisakan perih
luka yang semakin dalam
sampai kapan ku harus tangisi
rindu yang tak terbalas

masih adakah cinta untukku
walau hanya untuk kau kenang
andai harus kehilanganmu
kan ku bawa hatimu ke dalam jiwaku

kemana cinta ini
akan ku persembahkan
bila kesetiaanku
hanyalah bagimu kekasihku


luka dalam dada
semakin terasa pilu
adakah kesempatan
untuk memiliki

by. Ada Band

Kamis, 02 September 2010

Roland XP50


Main keyboard merupakan salah satu hobi saya. walaupun ngga mahir amat...masih tingkat pemula, tapi saya bangga, karena saya belajar keyboard sendiri cm pake buku panduan, dan ini mengalahkan kakak saya yang lebih dulu belajar pakai ngundang guru privat ke rumah..hehee..

Tiap kali liat keyboard baru jadi laper mata, jadi deh saya tongkrongin lama2 counternya sekalian tanya ini itu ke penjualnya. Tapi begitu tahu harganya langsung deh balik kanan, sambil 'ngimpi' kira2 kapan ya bisa beli yang model seperti itu. Saya sendiri dirumah punya Yamaha PSR 175, kibod keluaran tahun 2005 kalau tidak salah.

Tapi dari sekian banyak tipe keyboard, saya paling pengen punya Roland XP-50.
Roland XP50 adalah kibod synthesizer keluaran ROLAND. Modelnya sih sederhana, sound engine nya terdiri dari gabungan sound Roland JV1000, JV80 dan juga type JD800 bahkan ada juga sound nya Roland D50 yang jaman dulu seru banget dan laku di pake di panggung2 dunia.... XP50 terdiri dari 1700 patch sound dengan 64 Polyphony dan 16 Multitimbral. Keyboard ini bukan seperti keyboard organ tunggal pada umumnya jadi kita tidak akan menemukan irama atau beat yang jadi. Keyboard ini hanya berisi sound sound saja dan Sequencer yang berfungsi untuk bikin komposisi musik. Sederet musisi indonesia pernah pake keyboard ini sebut saja Indra Lesmana dan Faris RM, ini yang membuat saya ingin memiliki keyboard tersebut, pengen ngerasain kira2 gimana sih pake keyboard yang juga jadi referensi para musisi..... dan kalau gag salah inget dulu ibu kost saya punya keyboard ini....

Walaupun jadul tapi harganya katanya masih tinggi hlo.....hwaah...kapan ya bisa beli...?


Ini Review Roland XP50 :

The XP-50 is not just another synthesizer workstation, it's basically a JV-1080 with a built-in keyboard and a 16-track sequencer! It is a digital synthesizer using sampled ROM waveforms. Superb sound quality capable of emulating most any instrument imaginable plus totally fat analog synth type sounds and loads of percussion! It has 64 voices of polyphony and is 16-part multitimbral. The XP-50 makes a great beginner's pro-quality workstation.

It has 8MB of sounds and it also offers a lot of expandability with 4 expansion slots and 2 data card memory slots. You can get up to 42MB of sounds by adding any of the popular SR-JV80 expansion cards suited for Techno, World Instruments, Orchestral or Synthesizers. There's also plenty of multi-effects, reverbs, choruses and filters for creative flexibility, motion control and extensive MIDI implementation.

Some of the features the XP-50 brings (to the JV-1080) are a standard 61-note keyboard with velocity and aftertouch. The MRC-PRO 16-track sequencer which features 60,000 note capacity and can hold 100 patterns and 1 song. Several recording features (loop, step, realtime), quantization and editing features are available too. A built-in 3.5 inch disk drive facilitates storage of your sequences and MIDI data. With a 'bang for your buck' value the XP-50 still makes a great keyboard alternative to the JV-1080. That means you get some of Roland's best sounds in a performance workstation that is as affordable as 'pro-quality' can get (beyond which come the XP-60 and XP-80 mega-synths).


Rabu, 01 September 2010

Konser David Foster sebagai Perbaikan Gizi Musik Indonesia.........


David Foster akan konser di jakarta..?? wow...ini berita yang sangat mengejutkan sekaligus menggiurkan buat saya. Sudah lama saya mengagumi musisi kelahiran kanada ini. Kekaguman saya bermula saat remaja [tahun 90-an] waktu saya termasuk pendengar setia radio yang sering memutar lagu2 hits dari manca negara. Sederet lagu2 hits pada masa itu seperti "Unbreak My Heart” Toni Braxton, “I Will Always Love You” Whitney Houston, “I Swear” All-4-One dan “Because You Loved Me” , “The Power of Love" Celine Dion dan lain2, ternyata tidak lepas dari tangan dingin david foster.

Begitu saya menginjak bangku kuliah, kebetulan saya "nyambi" jd penyiar radio. Disitulah saya lebih mengenal lagi karya2 emas dari Om David ini. kalau sebelumnya saya hanya kenal lagu2nya di tahun 90-an, era saya waktu itu, nah..di radio saya semakin terkagum2 dengan semua lagu2 dari David Foster ini, sebut saja yang paling lekat dalam benak saya lagu yang jadi soundtrack Karate Kid Part II " Glory Of Love" yang dinyanyikan Peter Cetera tahun 1986, atau yang lebih jadul lagi After The Love Has Gone - Earth wind and fire, " You're The Inspiration - Chicago'...............semuanya buat saya karya2 yang spektakuler. David foster memang sukses mencipta banyak hits, dan berhasil mengorbitkan sejumlah penyanyi terkenal, kalau di era 200oan seperti Josh Groban, Michael Buble, The Corrs,dan masih banyak lagi. David pun sedikit banyak menyanyikan sendiri lagu hasil ciptaannya, seperti di lagu The Best Of Me yang dibawakan bersama Olivia Newton-John.

Dan Sebentar lagi kita akan bisa menyaksikan secara langsung penampilan David Foster di jakarta. Konser maestro musik dunia itu akan digelar pada 27 Oktober mendatang. Konser David Foster dipastikan akan menjadi yang termegah. Ini merupakan konser pertamanya di Indonesia, dan dia datang bersama dengan Natalie Cole, Peter Cetera, Charice Pempengco, Ruben Studdart, Charice dan The Canadian Tenors. Rencananya, konser ini akan diadakan di Hotel Ritz Carlton Pacific Place pada 27 Oktober mendatang. Konser musisi gaek itu akan diberi tajuk 'Hit Man: David Foster & Friends'. Tiket konser itu akan dijual dengan harga Rp 1 juta sampai dengan 7,5 juta. wowww..............

Menurut yovie widianto,salah satu musisi indonesia yang juga pengagum david foster, kedatangan musisi dunia itu diharapkan akan memperbaiki gizi bagi industri musik tanah air dan menjadi perbaikan gizi musik Indonesia.
mudah - mudahan saja.......kalau saya sich..berharap saya bisa menonton langsung konsernya...^^ [sekarang lagi berupaya nyusun program bareng temen2 kantor, biar bisa bawa kita ke jakarta ketemu Mr. Foster...hohoho]..... WISH ME LUCK yaaaaaaaaaaaa...

welcome to Indonesia mr. foster..........

Selasa, 31 Agustus 2010

Aku dan Nenek Bongkok


Ini kisah yang pernah saya tulis di Blogku sebelumnya [multiply] kira-kira 2 tahun yg lalu. Saya Share lagi di blog ini, karena kebetulan kemarin waktu sholat terawih di masjid saya kembali bertemu dengan nenek tersebut.


Ramadhan tahun ini kembali mengingatkan aku pada ramadhan tahun2 sebelumnya....ada satu fenomena yang bagiku cukup menarik sekaligus inspiratif sehingga membuat aku tergugah untuk membaginya di blog ini. Kejadian ini berawal saat aku sholat terawih di masjid dkt rumahku saat2 ramadhan seperti ini. Di masjid yang dipenuhi orang dengan berbagai macam karakter dan profesi ini, aku menemukan satu sosok yang cukup menarik perhatianku.
Ini karena sosok itu beda dari orang kebanyakan.....dialah....seorang nenek yang tubuhnya bongkok termakan usia. Nenek dengan penampilan sangat sederhana, dengan kebaya lusuhnya ini yang usianya mungkin sudah diatas 80an itu hampir tiap hari aku temui di masjid saat terawih. Gerak-geriknya di masjid sedikit menyita perhatianku, kebetulan dia selalu berada di barisan depan shofku jadi selalu terlihat saat dia sholat. kadang dia sholat seperti layaknya orang normal (berdiri), tapi kadang juga dengan duduk (mungkin sedang dlm kondisi tidak enak badan), kadang bau obat gosok tercium dari tubuhnya.
Ditengah gempuran usia dan tubuhnya yang sudah tidak tegak lurus lagi, wanita renta itu selalu setia pada Tuhannya...mengunjungi rumahNya hampir tiap waktu dari subuh hingga isya.... kebetulan rumahku dekat dengan masjid jadi aku tahu persis siapa2 yang sering menuju rumah Alloh itu. Semakin penasaran dengan sosok nenek bongkok itu, akupun coba cari tahu lebih jauh tentang jati diri si nenek. Ngga disangka ternyata sekali waktu aku dikagetkan kehadiran nenek bongkok itu dirumahku....... dia kerumahku utk beli sesuatu (dulu kebetulan dirmh kita buka warung kecil2an) ...... Bertatap muka langsung dengan sang nenek membuat aku semakin kagum....ternyata nenek itu super ramah, gaya bicaranya sangat santun dan selalu ada senyum diwajahnya seakan2 hidupnya tanpa beban, ada sinar keikhlasan dimatanya. Damai rasanya hati ini melihat senyum yang terpancar diwajahnya (orang yang selalu terbasuh air wudhu,katanya membuat wajahnya bercahaya.... dan itu terbukti pada si nenek), akhirnya aku tahu siapa dan darimana si nenek ini berasal. dia adalah seorang pembantu rumah tangga seorang dokter yang tinggal beberapa blok dari rumahku dan sudah mengabdi puluhan tahun dengan keluarga itu. inilah yang saat ini membuat aku merenung........!! Nenek tua bongkok yang seorang PRT itu selalu setia menyapa rumah Alloh, sementara aku yang Alhamdulillah masih dikarunia tubuh yang kuat dan sehat, kadang merasa malas untuk ke masjid padahal jarak masjid dan rumahku ngga lebih dari 10 meter..... hari itu aku belajar banyak dari si nenek.........

* belajar tentang ..cinta........ (cinta sang nenek pada Tuhannya dengan selalu mengunjungi rumahNya)


* belajar tentang .....kesetiaan...... (pengabdian sang nenek pada Tuhan dan juga sang majikan)


* belajar tegar dan tidak manja ( dlm kondisi apapun, sang nenek selalu bersujud padaNya)

* belajar ikhlas dan selalu tersenyum (seperti senyum keikhlasan yg selalu terpancar dari wajahnya)


......... Terima kasih ya Alloh ......Engkau sudah mempertemukan aku dengan orang yang mungkin akan jadi penghuni surgaMu kelak, dan jika kami ini temasuk ahli surgaMu pertemukan kami kembali Ya Alloh, agar aku bisa mengucapkan terima kasih padanya........ .........

Musikku Indonesiaku


Seperti apa sebenarnya musik indonesia.....??

Agak susah untuk menjawab pertanyaan diatas. klo melihat fenomena munculnya band2 baru sekarang ini yang bak jamur di musim hujan, susah untuk menjabarkan seperti apakah musik indonesia sekarang ini.

Bicara Musik adalah bicara selera. Dari kacamata saya sebagai penikmat musik dan sekaligus Music Director di sebuah radio swasta, apa yang terjadi pada dunia musik indonesia sekarang ini sedikit memprihatinkan. kenapa..? walaupun sekarang ini sepertinya musik indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi apalah artinya kalo tidak diiringi dengan unsur musikalitas yang tinggi yang memperhatikan kreativitas dan kualitas dalam bermusik. Musik Tanah Air sekarang kebanyakan dikendalikan oleh selera pasar. Keuntungan bisnis masih jadi fokus utama sehingga kualitas karya pun sering dinomor duakan

Banyak penyanyi dan band2 baru bermunculan sepertinya hanya mengejar kepopoleran dan materi [yang penting lagunya laku, tidak peduli dengan lirik yang asal2an, tdk cerdas dan tidak mendidik]. bahkan mereka yang basic-nya bukan penyanyi pun seperti terkena virus 'aji mumpung'... mumpung terkenal ikut2an bikin album [tanpa bermaksud mengecilkan mereka yang memang benar2 punya talenta bermusik] , lagu yang dibuatpun terkesan asal2an dengan lirik seadanya, bahkan kadang ada lagu yang liriknya hanya perulangan kata2 saja, adaptasi dari lagu laen[klo tidak ingin dikatakan menjiplak], liriknya lucu, anak kecilpun bisa ikutan nyanyi... [hmm..]

banggakah kita dengan kondisi ini..? ato kita justru senang karena anak2 dibawah umur sudah bisa menyanyikan lirik2 lagu ST12, Ungu, D'Baginda, d'masiv...dll yang sebenarnya bukan untuk konsumsi mereka. Mungkin karena liriknya yang sangat easy listening sehingga cepat akrab ditelinga mereka.

Terus terang, saya kangen dengan lagu2 pop kreatip era 80 - 90an. Sebut saja di tahun 80-an dulu kita punya ajang kreativitas musik dalam negeri berbalut 'Festival Lagu Populer Indonesia' yang banyak menghasilkan penyanyi dan musisi muda berbakat waktu itu, Elfa's Singers, Vina Panduwinata, Yovie Widianto, Harvey Malaiholo, Utha Likumahua, Oddie agam, dan masih banyak lagi

Bahkan, yang membanggakan di Era 90an, banyak lagu2 indonesia yang merajai festival di luar negeri, seperti di ajang Asia Bagus, yang menghasilkan Krisdayanti, Rio Febrian dll.
Ada rasa bangga yang terselip ketika menyaksikan lagu2 indonesia ternyata banyak disuka dan dinilai baik oleh negara lain [saya dulu sempat membandingkan dengan acara2 musik di televisi radio tetangga krn kebetulan kami berlangganan TV Kabel]

Dulu ada salah satu acara musik di RCTI [saya pikir ini merupakan cikal bakal tayangan musik televisi yang menjamur sekarang ini], namanya ROCKET, waktu itu pembawa acara Jefri waworuntu dan gladys suwandi klo gag salah, saya sangat suka dgn program ini, karena beda dengan tayangan musik yang biasanya dilakukan didlm studio. ROCKET sering mengambil setting outdoor dan muter video klip, bukan live musik seperti yang sekarang ini marak dengan penonton berjubel. Ada kesan elegan, keren saat nonton tayangan ini dibandingkan tayangan2 serupa pada saat itu.

hmm...kayakna terlalu panjang ya kalo ngomongin musik dulu dan sekarang. yang jelas saya nulis blog ini sebagai bentuk keprihatinan saja terhadap kualitas musik indonesia [walaupun tidak semuanya, krn masih ada musisi2 yang tetap pada jalurnya menciptakan lagu2 yang kreatif dari sisi lirik maupun kualitas musiknya].

Mengutip pernyataan dari Bens Leo [pengamat musik, yang sempat beberapa kali saya wawancarai] jika membicarakan mutu produk yang dihasilkan anak bangsa tidak bisa dilihat hanya dari jenis musik yang dibuat saja karena ini terlalu subyektif. tidak ada parameter yang jelas untuk mengukur mutu dari suatu produk musik karena hal itu harus pula mengaitkan faktor-faktor eksternal di luar aransemen musik contohnya fenomena ST12, sebuah band yang kerap membawakan lagu-lagu Melayu. Menurutnya, STI2 bisa dikatakan sebagai band berkualitas.Parameternya, pada awal kemunculannya, STI 2 mampu mendobrak mainstream mengenai irama Melayu yang sering kali dicap kampungan. Band yang dikomandani oleh Carly, sang vokalis itu mampu menciptakan lagu-lagu yang bisa diterima masyarakat, bahkan album mereka laku keras di pasaran. Industri rekaman pun menerima lagu-lagu mereka dengan tangan terbuka hingga akhirnya lagu berirama Melayu menjadi tren dalam kurun tiga tahun belakangan ini.

Tapi bicara mengenai lagu2 melayu ini..kebetulan radio tempat saya bernaung sangat2 selektif dalam pemutaran lagu di playlist harian. Karena saya yang kebetulan kebagian pegang kendali di musik, sayalah yang pasang badan kalo ada pihak2 yang bertanya bahkan protes, kenapa lagu yang di request tidak pernah diputar.

Pengalaman yang menarik, ketika ada anak magang dari sebuah SMK, yang pas hari itu kebagian tugas bikin playlist, berbagai pertanyaan timbul, mulai dari 'koq lagunya tua2..', ' koq gag muter lagunya ST12, aishiteru-nya sivilia, dan sederet lagu2 yg lg 'ngetren' skrg ini.., ' aq gag kenal ma lagu2nya mbak..'

Hlaa..... ya iyalah waktu lagu itu hits mereka mungkin masih balita. Dan pada masa itu jarang ada anak balita bisa nyanyiin lagu orang dewasa, paling2 mereka kenal lagunya Melisa[semut-semut kecil], ato abang tukang bakso dan lagu2 anak2 yang nge-top pd saat itu.. [sekarang koq gag ada lagi ya...hiks..berganti menjadi ‘Aishiteru’ dan ‘ Ce I En Te A’..].

Tapi menariknya ada pengakuan dari mereka, kalo ternyata lagu2 lama bagus2, enak didengar juga. [mudah2an jujur, bukan buat nyenengin saya aja].

Yang menarik lagi selama 3 tahun menjadi MD, saya sering bersitegang dengan pimpinan saya. Saya yang bersikukuh dengan Format Musik Networks [radio saya salah satu jaringan radio terbesar di indonesia] kadang harus berbenturan dengan kemauan pimpinan yang terlalu ingin mengikuti selera pasar [memutar lagu2 bernuansa agak melayu2an spt yg ‘ngetren’ sekarang ini]. Tapi, syukurlah saya masih punya argumen yang kuat sehingga playlist harian saya ‘tidak terkontaminasi’. Hasil diskusi dengan teman2 MD Networks juga semakin menguatkan saya, bahwa saya harus bisa mempertahankan ciri khas lagu2 yang diputar di radio kami, bukan berarti kami antipati dan tidak menghargai karya mereka. Sebagai contoh, kami tetap memutar lagu ST12 ato band2 lain dengan catatan sesuai dengan format musik radio kami. Jadi bukan subyektif pada kelompok/band-nya, tapi lebih kepada jenis musiknya, dan ini merupakan area private radio untuk menentukan mana lagu2 yang bisa ‘Airplay’ mana yang tidak.

Musik memang tidak sekedar untuk didengarkan saja, tapi juga dirasakan......dinikmati......Let The Music Heal Your Soul....

Jangan pernah berhenti untuk menghasilkan karya2 kreatip, dan waktu nanti yang akan membawa kita mengenal lebih jauh, seperti apa sebenarnya musik indonesia itu. Musik indonesia pasti akan menemukan jatidirinya.

Salam musik indonesia.