
Ini kisah yang pernah saya tulis di Blogku sebelumnya [multiply] kira-kira 2 tahun yg lalu. Saya Share lagi di blog ini, karena kebetulan kemarin waktu sholat terawih di masjid saya kembali bertemu dengan nenek tersebut.
Ramadhan tahun ini kembali mengingatkan aku pada ramadhan tahun2 sebelumnya....ada satu fenomena yang bagiku cukup menarik sekaligus inspiratif sehingga membuat aku tergugah untuk membaginya di blog ini. Kejadian ini berawal saat aku sholat terawih di masjid dkt rumahku saat2 ramadhan seperti ini. Di masjid yang dipenuhi orang dengan berbagai macam karakter dan profesi ini, aku menemukan satu sosok yang cukup menarik perhatianku.
Ini karena sosok itu beda dari orang kebanyakan.....dialah....seorang nenek yang tubuhnya bongkok termakan usia. Nenek dengan penampilan sangat sederhana, dengan kebaya lusuhnya ini yang usianya mungkin sudah diatas 80an itu hampir tiap hari aku temui di masjid saat terawih. Gerak-geriknya di masjid sedikit menyita perhatianku, kebetulan dia selalu berada di barisan depan shofku jadi selalu terlihat saat dia sholat. kadang dia sholat seperti layaknya orang normal (berdiri), tapi kadang juga dengan duduk (mungkin sedang dlm kondisi tidak enak badan), kadang bau obat gosok tercium dari tubuhnya. Ditengah gempuran usia dan tubuhnya yang sudah tidak tegak lurus lagi, wanita renta itu selalu setia pada Tuhannya...mengunjungi rumahNya hampir tiap waktu dari subuh hingga isya.... kebetulan rumahku dekat dengan masjid jadi aku tahu persis siapa2 yang sering menuju rumah Alloh itu. Semakin penasaran dengan sosok nenek bongkok itu, akupun coba cari tahu lebih jauh tentang jati diri si nenek. Ngga disangka ternyata sekali waktu aku dikagetkan kehadiran nenek bongkok itu dirumahku....... dia kerumahku utk beli sesuatu (dulu kebetulan dirmh kita buka warung kecil2an) ...... Bertatap muka langsung dengan sang nenek membuat aku semakin kagum....ternyata nenek itu super ramah, gaya bicaranya sangat santun dan selalu ada senyum diwajahnya seakan2 hidupnya tanpa beban, ada sinar keikhlasan dimatanya. Damai rasanya hati ini melihat senyum yang terpancar diwajahnya (orang yang selalu terbasuh air wudhu,katanya membuat wajahnya bercahaya.... dan itu terbukti pada si nenek), akhirnya aku tahu siapa dan darimana si nenek ini berasal. dia adalah seorang pembantu rumah tangga seorang dokter yang tinggal beberapa blok dari rumahku dan sudah mengabdi puluhan tahun dengan keluarga itu. inilah yang saat ini membuat aku merenung........!! Nenek tua bongkok yang seorang PRT itu selalu setia menyapa rumah Alloh, sementara aku yang Alhamdulillah masih dikarunia tubuh yang kuat dan sehat, kadang merasa malas untuk ke masjid padahal jarak masjid dan rumahku ngga lebih dari 10 meter..... hari itu aku belajar banyak dari si nenek.........
* belajar tentang ..cinta........ (cinta sang nenek pada Tuhannya dengan selalu mengunjungi rumahNya)
* belajar tentang .....kesetiaan...... (pengabdian sang nenek pada Tuhan dan juga sang majikan)
* belajar tegar dan tidak manja ( dlm kondisi apapun, sang nenek selalu bersujud padaNya)
* belajar ikhlas dan selalu tersenyum (seperti senyum keikhlasan yg selalu terpancar dari wajahnya)
......... Terima kasih ya Alloh ......Engkau sudah mempertemukan aku dengan orang yang mungkin akan jadi penghuni surgaMu kelak, dan jika kami ini temasuk ahli surgaMu pertemukan kami kembali Ya Alloh, agar aku bisa mengucapkan terima kasih padanya........ .........
Ini karena sosok itu beda dari orang kebanyakan.....dialah....seorang nenek yang tubuhnya bongkok termakan usia. Nenek dengan penampilan sangat sederhana, dengan kebaya lusuhnya ini yang usianya mungkin sudah diatas 80an itu hampir tiap hari aku temui di masjid saat terawih. Gerak-geriknya di masjid sedikit menyita perhatianku, kebetulan dia selalu berada di barisan depan shofku jadi selalu terlihat saat dia sholat. kadang dia sholat seperti layaknya orang normal (berdiri), tapi kadang juga dengan duduk (mungkin sedang dlm kondisi tidak enak badan), kadang bau obat gosok tercium dari tubuhnya. Ditengah gempuran usia dan tubuhnya yang sudah tidak tegak lurus lagi, wanita renta itu selalu setia pada Tuhannya...mengunjungi rumahNya hampir tiap waktu dari subuh hingga isya.... kebetulan rumahku dekat dengan masjid jadi aku tahu persis siapa2 yang sering menuju rumah Alloh itu. Semakin penasaran dengan sosok nenek bongkok itu, akupun coba cari tahu lebih jauh tentang jati diri si nenek. Ngga disangka ternyata sekali waktu aku dikagetkan kehadiran nenek bongkok itu dirumahku....... dia kerumahku utk beli sesuatu (dulu kebetulan dirmh kita buka warung kecil2an) ...... Bertatap muka langsung dengan sang nenek membuat aku semakin kagum....ternyata nenek itu super ramah, gaya bicaranya sangat santun dan selalu ada senyum diwajahnya seakan2 hidupnya tanpa beban, ada sinar keikhlasan dimatanya. Damai rasanya hati ini melihat senyum yang terpancar diwajahnya (orang yang selalu terbasuh air wudhu,katanya membuat wajahnya bercahaya.... dan itu terbukti pada si nenek), akhirnya aku tahu siapa dan darimana si nenek ini berasal. dia adalah seorang pembantu rumah tangga seorang dokter yang tinggal beberapa blok dari rumahku dan sudah mengabdi puluhan tahun dengan keluarga itu. inilah yang saat ini membuat aku merenung........!! Nenek tua bongkok yang seorang PRT itu selalu setia menyapa rumah Alloh, sementara aku yang Alhamdulillah masih dikarunia tubuh yang kuat dan sehat, kadang merasa malas untuk ke masjid padahal jarak masjid dan rumahku ngga lebih dari 10 meter..... hari itu aku belajar banyak dari si nenek.........
* belajar tentang ..cinta........ (cinta sang nenek pada Tuhannya dengan selalu mengunjungi rumahNya)
* belajar tentang .....kesetiaan...... (pengabdian sang nenek pada Tuhan dan juga sang majikan)
* belajar tegar dan tidak manja ( dlm kondisi apapun, sang nenek selalu bersujud padaNya)
* belajar ikhlas dan selalu tersenyum (seperti senyum keikhlasan yg selalu terpancar dari wajahnya)
......... Terima kasih ya Alloh ......Engkau sudah mempertemukan aku dengan orang yang mungkin akan jadi penghuni surgaMu kelak, dan jika kami ini temasuk ahli surgaMu pertemukan kami kembali Ya Alloh, agar aku bisa mengucapkan terima kasih padanya........ .........
Mumpung masih sehat, Ndah...selain Makaryo ben menghasilkan rejeki barokah, tetepkudu tawadhu, lan mencontoh yang sudah spuh-sepuh kayak si nenek...semangat yo! Ojo ninggal sholat..
BalasHapusak tauu cerita iniii... itu kan nenek2 yg ituu..
BalasHapuskasian..
@mb.siska, insya Alloh..
BalasHapus@fani, haa...? iyaaaaa, kmrn wkt terawih aq ktmu lg..