Menjadi Music Director atau yang lebih populer dengan sebutan MD, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. 13 tahun di dunia radio [sejak 1997] membuat saya belajar banyak hal. Menjadi MD adalah salah satu impian saya sejak awal menekuni dunia broadcasting. Saya berpikir, enak kali jadi MD, punya wewenang penuh pada traffic lagu yang akan airplay dalam arti bisa memuaskan "selera pribadi"..haha [jadi inget temen2 di PSP dulu yg sering mempopulerkan istilah ini......miss u guys]
Syukurlah pada waktu itu Alloh belum mengabulkan cita2 saya jadi MD, dan baru sekitar 3 tahun lalu profesi ini saya geluti sejak saya bergabung dengan sebuah jaringan radio swasta nasional. Sekarang tugas kami sudah banyak terbantu oleh teknologi, ngga kebayang kalau saya jadi MD pada waktu saya awal menekuni dunia broadcasting, semuanya dikerjakan secara manual. Menjadi MD tidak semudah yang saya bayangkan, kadang disaat temen2 penyiar bisa santai setelah siaran, saya masih harus menyelesaikan tugas saya, bikin playlist, edit lagu, pantau chart, email sana - sini, belum lagi kalau ada acara gathering diluar bersama temen2 AMDI [Asosiasi Music Director Indonesia], akibatnya saya sering pulang ke rumah terlambat dan kena tegur orang rumah.
Lepas dari semuanya itu, saya bersyukur karena banyak tambahan pengetahuan di bidang musik dan tentu saja pengalaman yang menarik karena seorang MD selalu jadi 'jujugan' yang pertama dari artis yang mau promo di radio, lumayanlah banyak kenalan dengan orang terkenal..haha
Lepas dari semuanya itu, saya bersyukur karena banyak tambahan pengetahuan di bidang musik dan tentu saja pengalaman yang menarik karena seorang MD selalu jadi 'jujugan' yang pertama dari artis yang mau promo di radio, lumayanlah banyak kenalan dengan orang terkenal..haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar